Selamat tinggal pesawat berbahan bakar, selamat datang pesawat bertenaga listrik. Akhirnya, sebuah pesawat bertempat duduk 2, dengan mesin motor listrik berbaling-baling, bukan lagi sebuah konsep, tapi sudah betul-betul terbang. Inilah dia pesawat terbang pertama di dunia yang menggunakan mesin motor listrik.
Meskipun masih terbilang pesawat ringan tapi langkah pertama ini akan memberikan harapan akan mesin pesawat yang tidak lagi memakai bahan bakar fosil di masa depan. Tanpa bahan bakar fosil maka dampak buruk pada lingkungan hidup bisa sangat ditekan.
Soal penghematan biaya? Mari kita buat perbandingan. Sebuah pesawat bermesin tunggal rata-rata menghabiskan bahan bakar 7 galon per jam. Bila dipakai patokan harga bahan bakar 3.5 dolar AS per galon, maka pesawat akan menghabiskan biaya bahan bakar 24.5 dolar AS per jam. Pesawat bermesin listrik ini hanya memakan biaya 2 dolar AS per jam. Betapa hemat biayanya! Pesawat bermesin motor listrik ini pun diklaim sebagai pesawat yang tingkat kebisingannya sangat rendah.
Pesawat seharga 89 ribu dolar AS (atau 824 juta Rupiah, kurs per tanggal posting) sudah terbang sejak 6 bulan terakhir ini. Dan mudah-mudahan saja di masa mendatang makin banyak saja pesawat yang bukan saja hemat biaya, namun juga ramah lingkungan.
Senin, 25 Januari 2010
Pesawat Terbang Baling-baling Bermesin Motor Listrik
Silahkan Dikunjungi Juga
Teknologi
- Stadion Dengan Listrik 100 Persen Dari PLTS
- Pesawat Terbang Personal Dengan Motor Listrik
- Kapal Atau Taman Terapung Peduli Lingkungan
- Baterai Gula, Sumber Energi Terbarukan Masa Depan
- Baju Robot Berkekuatan Super
- Si Manusia Jet
- Mobil Unik Yang Bisa Menyelam Dan Ramah Lingkungan
- Temuan Arkeologi Baterai Jaman Kuno Di Dalam Kendi
- Penyimpanan Benih Bawah Tanah Untuk Menghadapi Bencana Besar
- Misteri Penampakan Cahaya Biru Terungkap
- Terbang Menembus Kecepatan Suara
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Di Jerman
- Impian Mobil Terbang
- Alat Transportasi Personal, Teknologi Patroli Polisi
- Mobil Masa Depan Yang Bisa Menyetir Sendiri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar